Jakarta – Organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Rakyat yang baru dideklarasikan pada akhir Februari 2025, bersiap menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdananya pada 25 April 2025. Acara ini akan menjadi momentum strategis dalam merumuskan arah dan kebijakan organisasi ke depan.
Menurut juru bicara Gerakan Rakyat, Yusuf Lakaseng, rakernas ini akan dihadiri oleh seluruh pengurus dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
“Rakernas ini merupakan forum resmi untuk membahas agenda strategis organisasi,” ujar Yusuf dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 1 Maret 2025.
Selain dihadiri oleh jajaran pengurus, Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, juga dipastikan hadir dalam perhelatan tersebut.
Yusuf menambahkan bahwa ormas ini telah mengundang mantan calon presiden RI, Anies Baswedan, untuk menjadi pembicara dalam forum tersebut.
“Kami berharap Pak Anies bisa hadir untuk memberikan wawasan serta semangat bagi perjuangan Gerakan Rakyat,” katanya.
Perkembangan Organisasi dan Target Ekspansi
Gerakan Rakyat terus berkembang pesat sejak deklarasinya pada 27 Februari 2025 di Gedung Jakarta Inisiatif Office, Cilandak, Jakarta Selatan.
Hingga saat ini, ormas tersebut telah memiliki kepengurusan di seluruh provinsi dan lebih dari 300 kabupaten/kota.
Yusuf menyebut bahwa organisasi menargetkan pembentukan kepengurusan hingga 100 persen di seluruh wilayah Indonesia sebelum rakernas berlangsung.
Yusuf, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Politik, menegaskan bahwa Gerakan Rakyat lahir dari gagasan Anies Baswedan, khususnya terkait visi pendidikan sebagai pilar utama dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan rakyat.
Namun, ia menekankan bahwa gerakan ini bukan sekadar representasi individu, melainkan sebuah gerakan publik yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
“Gerakan Rakyat bukan sekadar perpanjangan dari ide seorang tokoh, tetapi telah menjadi milik masyarakat yang memiliki semangat perjuangan bersama,” ungkapnya.
Konteks Politik dan Masa Depan Gerakan Rakyat
Sebelumnya, muncul spekulasi mengenai kemungkinan Anies Baswedan mendirikan organisasi kemasyarakatan sebagai langkah awal sebelum memasuki kembali dunia politik.
Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, sempat mengonfirmasi bahwa Anies memang memiliki rencana membentuk ormas sebelum memutuskan langkah politiknya selanjutnya.
“Mas Anies akan membentuk organisasi kemasyarakatan. Pada waktunya nanti, ia akan masuk ke partai politik, baik yang sudah ada maupun partai baru. Kita tunggu saja,” kata Sahrin pada Oktober 2024.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa langkah tersebut tidak berkaitan dengan dinamika koalisi politik yang ada saat ini.
Menurutnya, keputusan Anies dalam mendirikan atau bergabung dengan partai politik murni didasari oleh keyakinan pribadinya.
Struktur Kepengurusan DPP Gerakan Rakyat 2024-2029
Sebagai organisasi yang baru berdiri, Gerakan Rakyat telah membentuk kepengurusan di tingkat pusat dengan struktur sebagai berikut:
- Ketua Umum: Sahrin Hamid
- Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi: Iwan Roberto
- Wakil Ketua Umum Bidang Wilayah & Teritori: Winston Herlanjaya
- Wakil Ketua Umum Bidang Politik, Hukum & Keamanan: Yusuf Lakaseng
- Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi & Kesejahteraan Rakyat: Tri Bagus S
- Sekretaris Jenderal: Muhammad Ridwan
- Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Organisasi: Rahmayanti
- Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Politik, Hukum & Keamanan: Mutia Puspasari
- Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Ekonomi & Kesejahteraan: Toto Sudarmanto
- Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Koordinator Wilayah: Wawan Munawar Kholid
- Bendahara Umum: Prita Subono
- Wakil Bendahara Umum: Sifa Dwi Oktaviana, Dini Melisda, Nurita Martelina
Rakernas yang akan digelar pada April 2025 menjadi tonggak penting bagi Gerakan Rakyat dalam merumuskan langkah-langkah strategisnya. Dengan semakin meluasnya jaringan kepengurusan, organisasi ini diharapkan mampu berkontribusi lebih besar dalam dinamika sosial dan politik nasional.
