Profil Asri Tadda, Ketua DPW Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan

Asri Tadda adalah tokoh muda asal Sulawesi Selatan yang dikenal sebagai relawan setia Anies Baswedan dan aktif dalam berbagai gerakan sosial-politik.

Lahir di Pabeta, Desa Manurung, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Asri tumbuh dalam lingkungan yang kaya akan tradisi dan budaya. Ia merupakan generasi To PadoE, salah satu suku asli di Luwu Raya.

Asri Tadda Ketua DPW Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan

Pendidikan dan Karier Awal

Asri menempuh pendidikan di SDN 419 Wulasi dan SMP Negeri Angkona II di Kabupaten Luwu Timur, lalu masuk di SMU Negeri 1 Makassar. Setelah lulus, ia melanjutkan studi di Makassar dan aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum BEM Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Mahasiswa Luwu Timur (IPMALUTIM), Pengurus Besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya (PB IPMIL RAYA) dan Ketua Umum Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) HMI Cabang Makassar Timur dan masih banyak lagi.

Kewirausahaan dan Aktivisme Sosial

Pada tahun 2008, Asri meraih Juara II Lomba Wirausaha Muda Mandiri tingkat nasional dan mendirikan AstaMedia Group, sebuah perusahaan layanan internet marketing dan digital advertising di Makassar.

Ia juga mendirikan dan menjadi Direktur The Sawerigading Institute, lembaga kajian pengembangan sumber daya Tana Luwu yang berkedudukan di Makassar.

Asri juga menginisiasi berdirinya Madising Foundation, lembaga pengkajian, penelitian, dan advokasi pelayanan kesehatan di Sulawesi Selatan, serta menggerakkan Makassar Halal Movement (MARHAM) pada tahun 2017.

Sebagai diaspora asal Luwu Raya, Asri kemudian dipercayakan menjadi Wakil Ketua Kerukunan Keluarga Luwu Timur (KKLT) dan Sekretaris BPW Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Provinsi Sulawesi Selatan.

Selain itu, Asri juga merupakan pengurus Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), baik di Majelis Daerah (MD) Kota Makassar maupun di Majelis Wilayah (MW) Sulawesi Selatan. Ia juga ditunjuk sebagai Direktur Lembaga Penerbitan dan Media Digital (LPMD) KAHMI Sulsel.

Asri Tadda Ketua DPW Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan

Relawan Anies Baswedan

Asri mulai terlibat dalam dunia politik sebagai relawan Anies Baswedan pada pertengahan Mei 2021.

Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Mileanies dan Ketua DPW Mileanies Sulawesi Selatan, simpul relawan pertama yang dibentuk untuk mendukung Anies sebagai calon presiden.

Pada awal 2023, Asri diangkat sebagai Wakil Ketua Umum Konfederasi Nasional Relawan Anies (KoReAn), yang menaungi sekitar 250 simpul relawan di seluruh Indonesia.

Ia juga menjadi Koordinator Presidium Gerakan Rakyat (GR) Provinsi Sulawesi Selatan dan Juru Bicara Tim Pemenangan Daerah (TPD) Anies-Muhaimin (AMIN) di Sulawesi Selatan selama Pilpres 2024.

Setelah Pilpres 2024, Asri bersama eks relawan Anies bergabung ke dalam Gerakan Rakyat (GR) sebagai organisasi kemasyarakatan.

Asri Tadda di DPP GR

Pada 27 Februari 2025, DPP Gerakan Rakyat secara resmi dideklarasikan di Jakarta bersama tokoh inspiratif Anies Rasyid Baswedan dan Asri Tadda kemudian ditunjuk sebagai Ketua DPW Gerakan Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan.

Kiprah dan Perjalanan Politik

Pada Pileg 2024, Asri mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan melalui Partai Demokrat, dengan fokus pada daerah pemilihan Luwu Raya, namun belum terpilih.

Danny Pomanto dan Asri Tadda

Pada Pilgub Sulsel 2024, ia mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon gubernur Sulawesi Selatan, Danny Pomanto dan Azhar Arsyad (DIA), yang dianggap sejalan dengan semangat perubahan yang diusung oleh eks relawan Anies. Asri kemudian didaulat sebagai Juru Bicara DIA di Pilgub Sulsel 2024.

Pada Rabu, 3 September 2025, Asri Tadda menerima mandat dari DPP Gerakan Rakyat sebagai Formatur Ketua Partai Gerakan Rakyat di Sulawesi Selatan, sebuah partai politik yang dibentuk oleh ormas GR dan digadang-gadang jadi mesin politik Anies Baswedan pada Pilpres selanjutnya.

Asri Tadda Ketua Gerakan Rakyat Sulsel

Kehidupan Pribadi

Asri menikah dengan Dewi Hastuty Sjarief pada 8 Agustus 2009 dan dikaruniai tiga anak: Messiasta Ahmady Batara Tadda, Muhammad Kiran Bitara Tadda, dan Mompotuvu Batari Asri Tadda. Nama Mompotuvu diambil dari bahasa leluhur Padoe, salah satu suku asli di Luwu Timur.

Dengan latar belakang yang kuat dalam organisasi, kewirausahaan, dan aktivisme sosial, Asri Tadda terus berkontribusi dalam dunia politik dan masyarakat, berkomitmen untuk mewujudkan perubahan positif di Sulawesi Selatan dan Indonesia secara keseluruhan.