MAKASSAR – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Muda Bergerak Sulawesi Selatan menyerukan perlunya evaluasi dan perbaikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar pelaksanaannya semakin efektif, transparan, dan tepat sasaran.
Seruan tersebut disampaikan Ketua DPW Muda Bergerak Sulawesi Selatan, Muh. Alief, menyusul aksi sejumlah massa yang menuntut agar Program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan.
Alief mengaku berpapasan langsung dengan massa aksi saat melintas di salah satu ruas jalan di Kota Makassar, Rabu (24/6/2026).
Menurut Alief, Muda Bergerak Sulsel menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, pihaknya menilai bahwa pembahasan mengenai Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh hanya berfokus pada keberlanjutan program, melainkan juga harus dibarengi dengan evaluasi terhadap skema pelaksanaan dan tata kelolanya.
“Siang ini saya berpapasan dengan rekan-rekan yang menggelar aksi menuntut agar Program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan. Kami menghormati hak mereka dalam menyampaikan aspirasi. Namun, yang perlu diperjuangkan bukan hanya keberlanjutan programnya, melainkan juga kualitas tata kelola dan efektivitas pelaksanaannya,” kata Alief.
Ia menegaskan bahwa Muda Bergerak Sulsel tidak mempersoalkan tujuan Program Makan Bergizi Gratis sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan membangun sumber daya manusia yang lebih baik.
Akan tetapi, menurutnya, program yang menggunakan anggaran negara dalam jumlah besar tersebut harus dipastikan berjalan secara akuntabel dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
“Evaluasi bukan berarti menolak tujuan mulia dari program ini. Justru evaluasi merupakan bentuk tanggung jawab agar kebijakan yang dijalankan benar-benar berpihak kepada rakyat dan setiap rupiah uang negara digunakan secara optimal,” ujarnya.
Alief menilai bahwa keberanian melakukan evaluasi terhadap sebuah program pemerintah merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik. Menurutnya, kebijakan publik yang sehat adalah kebijakan yang terbuka terhadap kritik dan perbaikan.
“Program yang baik harus siap untuk dievaluasi. Tujuan akhirnya bukan sekadar mempertahankan sebuah kebijakan, tetapi memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.
Karena itu, Muda Bergerak Sulawesi Selatan mendorong pemerintah untuk terus melakukan pembenahan terhadap mekanisme pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, termasuk aspek pengelolaan, pengawasan, serta efektivitas penyaluran manfaat kepada masyarakat.
Bagi Muda Bergerak Sulsel, keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis harus berjalan beriringan dengan evaluasi dan perbaikan tata kelola agar tujuan peningkatan kualitas gizi masyarakat dapat tercapai secara lebih efektif, berkelanjutan, dan akuntabel. (*)
